Banner
Banner
You are here: Home News Information Daihatsu Luxio, Menjelajah Lebih Mewah
Daihatsu Luxio, Menjelajah Lebih Mewah

PT. Astra Daihatsu Motor memiliki andalan baru di varian people carrier alias minivan. Daihatsu Luxio yang baru saja dicoba dalam rute Yogyakarta-Salatiga-Semarang-Solo, dicoba dalam berbagai kondisi jalan dan beban. Selain ujicoba beberapa varian Luxio, jurnalis dari berbagai media pun diajak ke sekolah binaan yang bekerja sama dengan ATPM Daihatsu itu.

 

REM ABS

"Wah ada Luxio belum matang tuh!" canda beberapa rekan, ketika berpapasan dengan Daihatsu Gran Max. 

Memang sepintas tunggangan ini mirip, maklum platformnya tak berbeda. Tetapi, jika diteliti lebih lanjut, antara Luxio dan Gran Max jauh berbeda.

Lihat saja bonnet-nya Luxio lebih mancung dan memiliki lampu utama dan gril lebih besar serta dilengkapi dengan fog lamp.

Apalagi dari belakang, tak salah jika ada yang menyebut Luxio ini mirip salah satu minivan mewah, Toyota Alphard, memang agak mirip sih, dengan kaca lebar dan melengkung hingga sisi pintu bagasi, lalu lampu belakang pun besar hingga garnis belakang.

Soal fitur, Luxio memiliki peranti cukup lengkap untuk minivan di kelasnya. Seperti spion foldable (bisa dilipat) dengan motor elektrik, AC double blower, serta sabuk pengaman hingga bangku di baris ketiga.

Pada Luxio ini ada fitur keselamatan baru yaitu berupa rem dengan ABS. Namun fasilitas ini hanya tersedia pada tipe M dan X saja, sementara tipe D tidak ada ABS.

Memang, selama ini baru satu pesaingnya, yaitu Toyota Avanza tipe S saja yang dilengkapi rem anti blokir tersebut. Sementara Suzuki APV Arena maupun Mitsubishi Maven masih belum mengaplikasikannya.

Performa Luxio dengan memuat cukup banyak barang dan 4 penumpang tergolong cukup baik (maksimum 8 orang). Baik tanjakan panjang maupun tol masih sanggup berlari tanpa hambatan. 

Meski pengemudinya tetap memperhatikan putaran mesin agar mendapat torsi cukup ketika di tanjakan terjal.

Terutama pada transmisi otomatik, penggunaan kickdown dan terkadang perlu memindahkan tuas pada posisi lebih rendah agar tak terjadi efek up-shift  perlu dilakukan.

Namun demikian kondisi ini tidak menjadi hal yang merepotkan buat pengemudinya.

Jika ingin melaju di tanjakan, tancap saja pedal gas, maka kickdown berlangsung cukup lama. Pedal no metal! Sementara Luxio bertransmisi manual tentunya membuat pengemudinya lebih leluasa memilih posisi persneling.

Soal suspensi, bantingannya tak terlalu keras, meski berada di bangku paling belakang.

Walau efek suspensinya empuk itu masih memberikan sedikit gejala body roll ketika melaju masih ada pada mobil bertubuh jangkung ini.

Ada perbedaan antara tipe M dan X. Sebagai varian tertinggi, tipe X memiliki interior paling mewah, di dalamnya terdapat akses panel kayu di dasbor dan door trim, serta di eksteriornya memiliki fog lamp dan spoiler di pintu bagasi.

Sementara tipe M lebih sederhana, boleh dibilang tampilan dasbor tak terlalu berbeda dibanding Gran Max, tetapi trim pintunya lebih mewah, selain memiliki power window juga diselubungi bahan kain.

Tipe M bertransmisi manual dilepas dengan harga Rp 146juta, sedangkan transmisi otomatiknya lebih mahal sekitar Rp 10jt. Sementara X M/T, Rp 151juta dan A/T Rp 162juta. Versi ABS, dijual lebih mahal Rp 3juta.

 

{morfeo 16}


AddThis
 
Banner
Copyright © 2009 Garasi24.All Rights Reserved.
eXTReMe Tracker